Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas individu Mata
Kuliah Sistem Informasi Akuntansi dengan identitas mahasiswa sebagai berikut :
Nama :
Istifah Rianar
NPM :
113080105
Kelas :
4.D
Prodi :
Pendidikan Ekonomi
Mata Kuliah :
Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Dosen :
Moh. Joharudin, S.Pd. M.Pd
Pertemuan Ke : 2 (Dua)
Hari/Tanggal : Senin / 21 November 2016
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
( Internet, Intranet, dan Electronic Commerce )
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Perkembangan dunia usaha saat ini sudah
mengalami kemajuan yang begitu pesat. Hal ini tak luput dari kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Dinamika dalam dunia usaha sudah dimulai
sejak revolusi industri lebih dari abad yang lalu, dimana inggris yang menjadi pelopor revolusi mulai meninggalkan
proses produksi manual yang sederhana dan tradisional. Mereka mulai menggunakan
peralatan produksi mekanis dan sekarang hasil proses produksi menjadi kian singkat dengan hasil produksi yang jauh lebih
banyak dibandingkan dengan produksi manual.
Ketika produksi sudah hampir tidak mengalami kendala dalam arti berapapun
yang dibutuhkan untuk diproduksi sudah bukan menjadi masalah yang berarti sebab
teknologi produksi moderen telah mampu mempercepat proses produksi. Ditambah
lagi dengan berkembangnya ilmu pengetahuan yang berkorelasi positif dengan
kompetensi sumber daya manusia baik untuk menciptakan tekonologi produksi yang
lebih efisien maupun dalam hal menggunakan/mengoperasikan peralatan produksi
yang tersedia. Maka hal yang esensi bagi perusahaan selanjutnya adalah
bagaimana mendistribusikan produk yang dihasilkan (penjualan) kepada konsumen secara
efektif dan efesien untuk mendapatkan penghasilan yang
maksimal.
Kemajuan dunia bisnis juga memiliki hubungan yang positif dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi moderen. Hal ini menjadi
solusi bagi permasalahan bagaimana menyeimbangkan tingginya tingkat produksi
dengan penjualan. Jika dulu perusahaan melakukan pemasaran secara manual menggunakan
sales, promosi dari mulut ke mulut. Maka lain halnya dengan sekarang. Dimana
pemasaran dengan menggunakan media elektronik menjadi kekuatan utama pelaku
bisnis dalam memasarkan produknya.
Beberapa media elektronik yang umumnya dipakai dalam pemasaran produk masa
kini antara lain media televisi, radio, koran, majalah dan Internet. Di antara berbagai media yang telah disebutkan tersebut maka Internetlah yang paling kompleks dari sisi fungsinya untuk
menjalankan kegiatan pemasaran tersebut.
Jika televisi, radio, koran dan majalah lazimnya hanya digunakan untuk menyampaikan informasi
(iklan), lain halnya dengan Internet.
Bukan hanya iklan yang dapat ditampilkan melalui internet tetapi konsumen bisa
melakukan interaksi dengan pemilik produk (penjual).
Itulah yang sekarang populer disebut sebagai teknologi Elektronik Commerce.
Dimana waktu dan tempat sudah bukan menjadi pembatas yang berarti untuk
melakukan transaksi bisnis ataupun transaksi antar konsumen dengan perusahaan.
Secara ekonomi, e-commerce telah mendobrak konsep pasar yang ditawarkan oleh
teori klasik ekonomi. Dengan adanya e-commerce maka pasar bukan hanya terbatas
pada suatu tempat dan waktu tertentu. Sebab e-commerce memungkinkan terjadinya
transaksi tanpa harus face-to-face, tempat, dan waktu tertentu.
Elektronic commerce memfasilitasi transaksi antara pembeli dengan penjual (dalam
ekonomi sering disebut permintaan dan penawaran) hanya dengan media komputer
yang tersambung melalui internet. Kemudian transaksi bisa dimana saja, meskipun
pembeli di Amerika Serikat dan penjual di Indonesia transaksi
tersebut masi bisa dilakukan dan akses
transaksi e-commerce berlangsung selama 24 jam.
Electronic commerce hanya satu dari sekian banyak manfaat/peranan dari keberadaan Internet. Internet bekerja melalui suatu jaringan elektronik yang
menghubungkan komputer-komputer secara elektronik. Sehingga penggunaan Internet memiliki peranan yang penting dalam perkembangan dunia bisnis saat
ini.
Berkaitan
dengan dasar pemahaman yang telah dipaparkan maka berikut penulis akan membahas
secara lebih rinci dalam bentuk makalah sebagai tugas kelompok pada mata kuliah
Sistem Informasi Akuntansi yang sekarang ini penulis tempuh.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana ruang
lingkup pembahasan tentang peranan sistem informasi akuntansi ?
2. Apa Pengertian dari Internet, Intranet, dan Electronic Commerce dalam SIA?
3.
Bagaimana
perkembangan adopsi teknologi dalam SIA
?
4.
Bagaimana
konfigurasi jaringan dalam SIA ?
1.3 Tujuan
Masalah
Berdasarkan rumusan masalah
diatas maka dapat dirumuskan tujuan masalah
sebagai berikut :
1.
Untuk
mengetahui ruang lingkup pembahasan tentang peranan sistem informasi akuntansi ?
2. Untuk memahami Pengertian dari Internet, Intranet, dan Electronic Commerce dalam SIA?
3.
Untuk
mengetahui perkembangan adopsi teknologi dalam SIA ?
4.
Untuk
mengetahui konfigurasi jaringan dalam SIA ?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Peranan Sistem Informasi Akuntansi
Peranan sistem informasi akuntansi telah berkembang saat ini dengan
adanya Teknologi informasi melalui jaringan, mampu merubah desain bisnis
seperti electronic commerce, penggunaan memiliki berbagai keuntungan karena
perusahaan dapat menjalankan kegiatan bisnis secara electronik tanpa batas dan
kendala waktu.
Kegiatan bisnis sendiri meliputi transaksi bisnis, operasi fungsi-fungsi
perusahaan, melakukan sharing informasi dengan pelanggan atau supplier sebagai
cara menjalin hubungan baik dengan baik antar pihak pelaku bisnis.
Pemanfaatan perkembangan teknologi Internet, Intranet dana E-Commerce di
Indonesia saat ini telah berkembang seperti telah berlalunya era “total quality” kini saatnya era “electronic” yang telah berkembang cukup
pesat ditandai dengan menjamurnya istilah-istilah E-Business, e-economy,
e-University dsb.
Dari penjelasan diatas peranan sistem informasi akuntansi jika dikaitkan
dengan perkembangan teknologi saat ini seperti penggunaan internet, intranet
dan e-commerce memiliki dampak yang begitu besar pada praktek bisnis seperti
dalam penyempurnaan direct marketing, transformasi organisasi, dan redefinisi
organisasi.Peranan
teknologi informasi terhadap perkembangan akuntansi sebagai berikut:
1.
Teknologi
yang efisien, dan dapat melakukan penghematan waktu dan biaya.
2.
Dapat
meningkatan efektifitas, mencapai hasil/output laporan keuangan dengan benar.
3.
Digunakan
untuk perlindungan aset perusahaan.
Sedangkan manfaat teknologi informasi
dalam akuntansi:
1.
Pekerjaan
lebih mudah.
2.
Bermanfaat
untuk fungsi sistem informasi.
3.
Menambah
produktifitas.
4.
Mempertinggi
efektifitas.
5.
Mengembangkan
kinerja pekerjaan.
2.2 Pengertian Internet, Intranet, dan
Electronic Commerce dalam SIA
a.
Internet
Internet merupakan
jalur elektronik yang terdiri dari berbagai standar dan protokol yang
memungkinkan komputer di lokasi manapun untuk saling berkomunikasi. Setiap
komputer atau pengguna internet membutuhkan IP (internet proyocol addres) untuk
berkomunikasi internet.
IP addres terdiri dari
serangkaian angka yang dipisahkan oleh angka titik. Sebagai contoh nomor IP
addres akan tampil serupa ini 207.49.159.2. IP addres diperoleh dari organisasi
yang bernama InterNIC. InterNIC mengelola dan mendistribusikan IP addres ke
masyarakat umum. Karena IP addres panjang dan sulit untuk diingat maka
diciptakan suatu prosedur pengunaan nama alias yang mudah diingat. Sebagai
contoh, nama www.google.com dapat digunakan untuk menggantikan 131.91.120.68.
Nama ini www.google.com dinamakan nama domain, satu nama alias yang dapat
digunakan untuk mengganti nomor IP. Nama domain dan IP addres yang terkait
disimpan dalam phone book diberbagai situs internet. Phone book elektronik ini
disebut dengan domein name server (DNS).
Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan,
terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk sistem
informasi akuntansi sebagai contoh pemanfaatan internet yang digunakan pada
e-commerce. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan
dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode
alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-commerce.
b.
Intranet
Berbagai protokol dan
teknologi yang terkait dengan internet telah sangat populer sehingga banyak
perusahaan mengadopsi protokol dan teknologi tersebut untuk sarana komunikasi
internal di dalam LAN perusahaan. Fenomena ini telah melahirkan internet in
house, yang dikenal denga nama intranet. Salah satu variasi dari intranet
adalah ekstranet. Ekstranet adalah intranet dari dua atau lebih perusahaan yang
dihubungkan menjadi satu. Ekstranet biasanya menghubungkan intranet perusahaan
dengan intranet pemasok atau intranet pelanggan perusahaan tersebut. Intranet
pada dasarnya berisiko sebagai akibat dari kemungkinan informasi perusahaan
yang sensitif terekspose kepada semua orang di internet. Alasan inilah yang
membuat banyak perusahaan menggunakan kombinasi perangkat keras dan perangkat
lunak yang disebut firewall untuk membatasi akses dari pihak luar.
Jadi dapat di simpulkan bahwah Intranet
adalah LAN yang menggunakan standar komunikasi dan segala fasilitas Internet,
diibaratkan berInternet dalam lingkungan lokal. umumnya juga terkoneksi ke
Internet sehingga memungkinkan pertukaran informasi dan data dengan jaringan
Intranet lainnya (Internetworking) melalui backbone Internet yang telah
dimanfaatkan oleh bidang bisnis dalam sistem informasi akuntansi.
c.
Electronic Commerce
1).
Pengertian E-Commerce ( Electronic
Commerce)
Electronic
Commerce (EC) adalah proses pembelian, penjualan, transfer, atau pertukaran
produk, layanan, dan/atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk
internet (Turban et al. 2008). Selanjutnya Electronic Commerce juga dapat
didefinisikan dari perspektif berikut:
a). Proses
bisnis EC adalah
melakukan bisnis secara elektronik dengan memenuhi proses bisnis melalui
jaringan elektronik, dengan demikian mengurangi pengiriman informasi melalui
proses bisnis secara fisik.
b). Layanan EC adalah peralatan yang digunakan
oleh pemerintah, perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk mengurangi biaya layanan
saat meningkatkan kualitas layanan pada pelanggan dan meningkatkan kecepatan
penyampaian layanan.
c). Pembelajaran EC adalah pemungkin atas pelatihan
online dan pendidikan di sekolah, universitas, dan organisasi lain, termasuk bisnis.
d). Kolaborasi EC adalah rerangka untuk kolaborasi
inter dan intra organisasional.
e). Komunitas EC menyediakan tempat bersama untuk
anggota komunitas dalam belajar, bertransaksi, dan berkolaborasi. Tipe yang
populer untuk komunitas adalah social networks.
Di akhir
tahun 1990an, e-commerce mulai menggunakan teknologi internet, terutama
menggunakan teknologi web (Jogiyanto, 2006). E-commerce pun dapat
diterapkan antar organisasi bisnis (B2B) dan pada pelanggan akhir (B2C). Dari
tahun ke tahun pemanfaatan ecommerce mengalami peningkatan secara
bertahap. Tahapan ecommerce (Jogiyanto, 2006):
a). Tahap
pertama (1994-1997).
Tahap ini
merupakan tahap awal e-commerce yang masih berbentuk web-site. Banyak perusahaan
membangun situs jaringan yang memberikan informasi dan pengunjung dapat
meninggalkan nama dan alamat untuk dihubungi kembali oleh perusahaan.
b). Tahap kedua
(1997 – 2000).
Pada tahap
ini e-commerce sudah mulai digunakan untuk transaksi jual dan beli lewat media digital.
Fokus dari e-commerce adalah melakukan order pembelian.
c). Tahap
ketiga (2000 – sekarang).
Fokus e-commerce adalah untuk
mendapatkan keuntungan. Keuntungan tidak hanya meningkatkan pendapatan kotor
tetapi juga meningkatkan marjin kotor.
2). Jenis-Jenis Transaksi dalam E-Commerce
Menurut
Fuady M (2005), dalam Kholil M (2008), E-Commerce memiliki beberapa jenis
transaksi yang dibedakan menurut pihak-pihak yang melakukan transaksi:
a). Business to
Busines (B2B)
Merupakan
sebuah sistem komunikasi bisnis online antar pelaku bisnis. Bentuk dari B2B
dapat berupa transaksi interorganizational system (IOS), misalnya transaks
extranet dan electronic fund transfer.
b). Business to
Consumer (B2C)
Merupakan transaksi
ritail dengan pembeli individual, / mekanisme toko online (electronical shoping
mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer.
c). Consumer to
Consumer (C2C)
Merupakan
transaksi dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen
lainnya, / saat seorang individu yang mengiklankan produk barang dan jasa,
pengetahuan maupun keahliannya di interner.
d). Consumer to
Business (C2B)
Merupakan
individu yang menjual produk/jasa dan individu yang mencari penjual dan
melakukan transaksi.
e). Non-Business
electronic Commerce
Meliputi
kegiatan kegiatan non bisnis seperti kegiatan lembaga pendidikan, organisasi
nirlaba, keagamaan, dsb.
f). Intrabusiness
(Organizational) Electronic Commerce
Meliputi semua aktivitas internal
organisasi melalui internet untuk melakukan pertukaran barang, jasa dan
informasi, menjual produk perusahaan kepada karyawan dan perusahaan.
3). Model-Model E-Commerce di Indonesia
1. Iklan
Baris
Merupakan
salah satu bentuk e-commerce yang tergolong sederhana, bisa dianggap sebagai evolusi
dari iklan baris yang biasanya ditemui di koran-koran ke dalam dunia online.
Penjual yang menggunakan social media atau forum untuk beriklan, biasanya tidak
bisa langsung menyelesaikan transaksi pada website yang bersangkutan.Namun
penjual dan pembeli harus berkomunikasi secara langsung untuk bertransaksi.
Contoh iklan baris : Tokobagus, Berniaga, dan FJB-Kaskus.
2. Retail
Merupakan
jenis e-commerce yang dimana semua proses jual-beli dilakukan melalui sistem
yang sudah diterapkan oleh situs retail yang bersangkutan. Oleh karena itu,
kegiatan jual-beli di retail relatif aman, namun biasanya pilihan produk yang
tersedia tidak terlalu banyak, atau hanya fokus ke satu-dua kategori produk.
3. Marketplace
Bisa
dianggap sebagai penyedia jasa mall online, namun yang berjualan bukan penyedia
website, melainkan anggota-anggota yang mendaftar untuk berjualan di website
marketplace yang bersangkutan. Marketplace umumnya menyediakan lapisan keamanan
tambahan untuk setiap transaksi yang terjadi, seperti sistem pembayaran escrow
atau lebih umum dikenal sebagai rekening bersama. Jadi setiap terjadi transaksi
di dalam sistem marketplace tersebut, pihak marketplace akan menjadi pihak
ketiga yang menerima pembayaran dan menjaganya hingga produk sudah dikirimkan
oleh penjual dan diterima oleh pembeli. Setelah proses pengiriman selesai,
barulah uang pembayaran diteruskan ke pihak penjual.
2.3 Perkembangan Adopsi Teknologi Dalam SIA
Semakin maraknya proses globalisasi yang terjadi di hampir semua negara
di dunia membuat kebutuhan akan teknologi khususnya internet/intranet semakin
besar. Adanya perjanjian AFTA, CAFTA, dan munculnya bermacam-macam TRIAD
(Himpunan dari negara-negara) seperti Uni Eropa membuat persaingan dalam bisnis
semakin besar.
Salah satu strategi yang dipergunakan para perusahaan baik lokal maupun
internasional dalam mengatasi persaingan ini adalah dengan pemanfaatan meduia
internet sebagai sarana penunjang dalam hal promosi hingga dalam hal memperoleh
internet.
Semakin meningkatnya penggunaan internet di berbagai negara membuat
peluang e-commerce untuk berkembang semakin besar. Berdasarkan data dari
departemen komunikasi dan informasi republik indonesia , Indonesia merupakan
salah satu dari 20 besar negara yang memiliki tingkat pertumbungan penggunaan
internet yang terbesar.
Jadi dapat disimpulkan bahwah perkembangan adopsi teknologi dalam SIA
telah dimanfaatkan oleh banyak perusahaan yang tersebar diberbagai negara,
karena dianggap memiliki keuntungan yang sangat besar dari pemanfaatan
e-commerce sebagai berikut:
-
Mampu
memperluas jangkauan pemasaran suaru produk
-
Menghemat
biaya khususnya yang berhubungan dengan percetakan, transportasi, dan informasi
lainnya ,serta komunikasi dsb.
-
Mampu
beroprasi selama 24 jam sehari karena e-commerce menggunakan akses internet
yang selalu on-line 24 jam.
-
Tidak
dikenakan pajak (untuk negara tertentu).
2.4 Konfigurasi Jaringan Dalam SIA
Konfigurasi jaringan memiliki beberapa jenis jaringan elektronik yang
terdiri dari empat bagian yang saling terpisahkan dan mempunyai masing-masing
cakupan yang digunakan dalam pengembangan dan penelitian teknologi informasi,
antara lain:
1.
Local Area Network
(LAN)
Merupakan jaringan komputer dan peralatan lainnya
yang ada pada satu lokasi tertentu, seperti suatu gedung dberdekatan dengan
gedung lainnya (biasanya dalam satu gedung).
2.
Metropolitan
Arae Network (MAN)
Merupakan jaringan dalam satu kota tertentu atau
area metropolitan.
3.
Wide Area
Network (WAN)
Merupakan jaringan komputer yang mencaku minimal 2
metropolitan
4.
Internet
Merupakan jalur elektronik yang terdiri dari
berbagai standar dan protokol yang memungkinkan komputer dialokasi maupun untuk
saling berkomunikasi.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Peranan sistem informasi akuntansi telah berkembang saat ini dengan
adanya Teknologi informasi melalui jaringan, mampu merubah desain bisnis
seperti electronic commerce, penggunaan memiliki berbagai keuntungan karena
perusahaan dapat menjalankan kegiatan bisnis secara electronik tanpa batas dan
kendala waktu.
Kegiatan bisnis sendiri meliputi transaksi bisnis, operasi fungsi-fungsi
perusahaan, melakukan sharing informasi dengan pelanggan atau supplier sebagai
cara menjalin hubungan baik dengan baik antar pihak pelaku bisnis.
Perdagangan melalui jaringan elektronik
dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memasarkan produk, barang dan jasa. Strategi
yang paling penting adalah strategi yang elemen-elemennya dikaitkan dengan
transmisi data elektronik. Nama yang berkaitan dengan strategi ini adalah
sistem antar-organisasi (IOS).
Dalam melakukan perdagangan melalui jaringan
elektronik dapat melakukan Pelayanan Pelanggan yang lebih baik. Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan
yang lebih baik.Pengembangan atas investasi pemegang saham dan pemilik yang
meningkat.Hal tersebut dapat dilakukan apabila kita melakukan strategi yang
baik dengan Sistem Informasi Akuntansi dengan maksimal.
3.2 Saran
Demikian makalah yang dapat kami sajikan tentang Sistem Informasi Akuntansi
(Internet, Intranet, dan E-Commerce) sebagai hasil dari beberapa informasi yang
telah kami dapatkan. Berbisnis antar manusia diberbagai dunia menjadi alasan
utama berkembanganya perdagangan melalui media elektronik, seperti
banyaknya shop-shop online. Melalui akses jaringan dan teknologi komputer.
Dalam melakukan perdagangan melalui jaringan
elektronik kita harus memperhatikan biaya penerapan, masalah keamanan, dan kemampuan
atau ketersediaan perangkat lunak. Penulis juga
berharap dengan adanya penulisan makalah ini maka bagi para pembaca bisa
menganalisa lebih jauh lagi tentang bahasan yang ada pada makalah ini dan bisa
di manfaatkan sebaik mungkin bagi para pembaca sebagai sumber pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
Bodnar,
George H. and William S. Hopwood. 2004. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta
:
9thed
Andi.
Raymond,
McLeod, Jr. 2009. Sistem Informasi Manajemen edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
Nugroho, Adi. 2006. E-Commerce Memahami Perdagangan Modern Dunia Maya
Informatika.
Akbar, Ali, ST. 2006. Panduan Cepat Menguasai Teknologi Informasi dan
Komunikasi.
By; Istifah Rianar
